Rabu, 25 November 2015

Tugas Sofskil Kemiskinan Di Suatu Daerah



KEMISKINAN DI DAERAH

 

Daerah yang tidak memiliki kemesiskinan, adalah daerah yang diingini setiap masyarakat. Namun dengan derasnya jaman modern dan globalisasi yang  memaksa  untuk serba berkerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tekadang sangat sulit di dapatkan yang disebabkan dari kurangnya tingkat pendidikan dan banyak pengangguran sangat berpengaruh dalam menentukan jenjang kemiskinan suatu daerah tersebut.Kurangnya jumlah lapangan pekerjaan  berbanding lurus dengan jumlah masyarakat yang ingin berkerja.
            Walaupun daerah tersebuat mengandalkan kualiatas penduduk masyarakat tetapi sebagai contoh kurangnya pendidikan dan pengalaman pekerjaan. Dengan adanya sekarang sistem pasar internasional dengan orang asing berluasa mencari pekerjaan di Negara tersebut membuat para penduduk Negara atau masyrakat di daerah tersebut menjadi memiliki peluang yang sangat kecil karena juga pebedaan kualitas penduduknya. Terpaan dari luar mesyarakat kalah saing dalam peluang bekerja. Semakin sering banyak pekerja luar yang masuk semakin sempit juga peluang masyarakat tersebut masuk pekerjaan dan semakin banyak yang menganggur.
            Hal ini disebabkan masyarakatnya yang terlalu terlena akan kemudahan dan kenikmatan sementara ketika sedang Berjaya dan tidak mengikuti perkembangaan lapangan pekerjaan. Banyak sekali masyarakat di daerah tersebut yang hanya berpendidik rendah.Dan mereka kurangnya berusaha dalam mencari pekerjaan. Banyak anggapan di daerah tersebut mencaari pekejaan sangat mudah dan bisa kapan saja yang di suka . Dan akhirnya petuah tersebut termakan jua. Kemiskinan membuat daerah tersebut tertinggal sangat jauh dalam hal kesejahteraan sehingga dengan minimnya pengalaman pekerjaan dan ilmu  membuat daerah tersebut hanya mengandalkan apa adanya. Tanpa melihat kedepan. Sebagai contoh misalkan banyak lowongan pekerjaan di daerah tersebut seharusnya sangat menguntungkan bila masyarakat yang dekat di perusahaan itu melamar pekerjaan tertentu kita ambil contoh sebuah perusahaan yang memerlukan pegawai yang banyak.Sedangkan masyarakat didaerah tesebut  hanya melamar pekerjaan yang malah di perusaahaan itu hanya membutuhkan kariawan yang dikit karena hal tersebut banyak masyarakat yang mengalami tidak mendapat pekerjaan karena malah memilih pekerjaan yang peluanganya sedikit. Maka akan menjadi sangat tidak efektif dalam mencari peluang pekerjaan.
            Terkadang masyarakat  sering kali lebih memilih pekerjaan yang gaji tinggi dengan peluang masuk kerja kecil dari pada sebuah kerjaan yang gaji rata-rata tapi memiliki peluang yang sangat besar.Kebanyakan masyarakat tidak memiliki kesadaran bahwa segala sesuatu itu memiliki tahap. Akhirnya untung pekerjaan yang seharusnya dia dapatkan malah terbuang sia-sia dan mereka jadi menganggur.
Hal ini akan berubah jika ada masyarakat-masyarakat di daerah tersebut yang memiliki pemikirini yang cerdas dalam melihat peluang dan adanya masyarakat yang ingin menjadi pengusaha. Dengan adanya sosialisasi dan kepedulian masyarakat akan saling membantu dalam mengasih pekerjaan bagi masyarakat lain. Daerah harus tetap maju meskipun terpelosok dan jauh dari daerah yang maju. 
           
Setiap masyarakat harus mempunyai usaha yang tekun dan tidak memilih-milih pekerjaan yang berpeluang kecil. Supaya berkehidupan lebih baik dan daerah tersebut terhindar dari kemiskinan.kondisi realita kebanyakan daerah – daerah  di Indonesia. Termasuk daerah tempat saya tinggal.

Sabtu, 17 Oktober 2015

Tugas softskill Ekologi, Sumber Daya Alam Dan Lingkungan






Ekologi, Sumber Daya Alam Dan Lingkungan

EKOLOGI

Ekologi adalah ilmu yang mempelajari seluruh pola hubungan timbal balik antara mahluk hidup dengan sesamanya dan mahluk hidup dengan komponen sekitarnya.                                             

Konsep Ekologi                                                                                                                                        Hubungan keterkaitan dan ketergantungan antara seluruh komponen ekosistem harus dipertahankan dalam kondisi yangstabil dan seimbang (homeostatis). Perubahan terhadap salah satu komponen akan memengaruhi komponen lainnya.[2]Homeostatis adalah kecenderungan sistem biologi untuk menahan perubahan dan selalu berada dalam keseimbangan.
Ekosistem mampu memelihara dan mengatur diri sendiri seperti halnya komponen penyusunnya yaitu organisme danpopulasi. Dengan demikian, ekosistem dapat dianggap suatu cibernetik di alam. Namun manusia cenderung mengganggu sistem pengendalian alamiah ini. ekosistem merupakan kumpulan dari bermacam-macam dari alam tersebut, contoh hewan, tumbuhan, lingkungan, dan yang terakhir manusia
 



komentar:
Dalam video di atas mengenai ekologi saya mengambil ekologi tumbuhan terhadap lingkungan dan manfaatnya yaitu dalam konservasi hutan Baturaden.Hutan sangat penting di dalam berlangsungnya kehidupan manusia,dapat dilihat dari banyak manfaat dan fungsinya.Kita harus selalu menjaga keindahan dan keletarian hutan dengan cara tidak menebang secara sembarangan dan dengan melakukan penanaman bibit pohon setelah menebang.Karena jika hutan kita terjaga dengan baik maka akan tercipta kenyamanan dan keindahan itu akan terjaga.


NATURAL RESOURCE (SUMBER DAYA ALAM)

Yang dimaksud Natural Resource / sumber daya alam adalah semua bahan yang ditemukan manusia dalam alam yang dapat digunakan untuk kepentingan hidupnya. Bagi manusia, hakikat sumber daya alam sangat penting baik sumber daya alam yang berupa benda hidup (hayati) maupun yang berupa benda mati (non hayati). Kedua macam sumber daya alam tersebut dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Suatu negara yang banyak sumber daya alamnya maka negara tersebut akan menjadi negara yang kaya.
Pemanfaatan sumber daya alam ditentukan berdasarkan kegunaan sumber daya alam tersebut bagi manusia. Oleh karena itu, nilai suatu sumber daya alam juga ditentukan oleh nilai kemanfaatannya bagi manusia. Misalnya lahan pertanian yang subur dapat dijadikan daerah pertanian yang potensial.
Manusia (penduduk) suatu negara merupakan sumber daya bagi negara tersebut karena manusia dapat memberikan manfaat bagi negaranya, seperti tenaga kerja, kemajuan ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dapat meningkatkan ekonomi negara.
B. Penggolongan Sumber Daya alam                                                                                                       

Sumber daya alam dapat digolongkan sebagai berikut :
a. Sumber Daya Alam Berdasarkan Asalnya 
b. Sumber Daya Alam Berdasarkan Sifat Kelestariannya
c. Sumber Daya Alam Berdasarkan Pemanfaatannya




Komentar :
Seperti dalam video di atas di terangkan bahwa sumber daya alam yaitu bahan yang terbuat dari alam yang sangat di butuhkan manusia.Seharusnya sebagai manusia harus menjaga sumber daya alam kita untuk anak cucu kita dimasa depan,bukan malah merusaknya.Karena ada beberapa contoh seperti penebangan hutan secara liar itu saja sudah menyebabkan erosi tanah,maka dari al tersebut penting untuk kita menjaga sumber daya alam agar keseimbangan tetap terjaga.


LINGKUNGAN

Lingkungan alam merupakan lingkungan yang telah ada dan merupakan ciptaan Tuhan tanpa adanya campur tangan ulah manusia atau terbentuk sudah ada secara alami. Pada dasarnya, lingkungan yang alami ini dibagi menjadi dua yaitu lingkungan daratan dan air.




Komentar :

Seperti cuplikan video di atas terlihat kurang kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan sekitar nya yaitu seperti membuang sampah bukan pada tempatnya, mungkin di karenakan tidak adanya kepeduliaan terhadap kebersihan lingkungan dan tidak peduli dampak yang diakibatkannya.Tapi untuk beberapa masyarakat ini sudah jadi kebiasaannya,seperti membuang sampahdisungai.                                                                                                                                     Di situ juga terlihat kurangnya perhatian terhadap lingkungan sekitar seperti ngerokok sembarangan,menurut saya sosialisai untuk warga agar tidak membuang sampah ataupun yang bisa memperburuk lingkangan sekitar sangat diperlukan apalagi dengan video diatas sudah terlihat kurangannya kepedulian masyarakat akan lingkungan yang bersih dan rapi.


Sumber :

www.youtube.com  











Senin, 15 Juni 2015

TUGAS ILMU BUDAYA DASAR MANUSIA DAN HARAPAN

1.   Pengertian Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita.
- Menyebutkan persamaan harapan dan cita-cita :
Harapan hampir mirip dengan cita-cita, hanya saja biasanya cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu:
a. Keduanya menyangkut masa depan   karena belum terwujud.
b. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat                                                   


2. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan :

Ada 2 hal yang menyebabkan seseorang memiliki harapan, yaitu :
 
A. Dorongan Kodrat
   Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah   terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.
Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain. Dengan kodrat inilah, manusia memiliki harapan.

B. Dorongan Kebutuhan Hidup
     Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.
Menuru
t Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup (survival).
b. Keamaanan (safety).
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

 
3. Pengertian Do’a
Doa adalah permohonan kepada Allah yang disertai kerendahan hati untuk mendapatkan suatu kebaikan dan kemaslahatan yang berada di sisi-Nya. Sedangkan sikap khusyu’ dan tadharru’ dalam menghadapkan diri kepada-Nya merupakan hakikat pernyataan seorang hamba yang sedang mengharapkan tercapainya sesuatu yang dimohonkan. Itulah pengertian doa secara syar’i yang sebenanya.
Doa dalam pengertian pendekatan diri kepada Allah dengan sepenuh hati, banyak juga dijelaskan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Bahkan Al-Qur’an banyak menyebutkan  pula bahwa tadharu’ (berdoa dengan sepenuh hati) hanya akan muncul  bila di sertai keikhlasan. Hal tesebut merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang shalih. Dengan tadharu’ dapat menambah kemantapan jiwa, sehingga doa kepada Allah akan senantiasa dipanjatkan, baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah, dalam penderitaan maupun dalam kebahagiaan, dalam kesulitan maupun dalam kelapangan. Dalam Al-Qur’an Allah telah menegaskan : “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharapkan keridhaan-Nya, dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al-Kahfi : 28).
Al-Qur’an juga memberikan penjelasan bahwa orang-orang yang taat melakukan ibadah senantiasa mengadakan pendekatan kepada Allah dengan memanjatkan doa yang disertai keikhlasan hati yang mendalam. Sebuah doa akan cepat dikabulkan apabila disertai keikhlasan hati dan berulangkali dipanjatkan. Hal ini banyak ditegaskan dalam ayat Al-Qur’an, diantaranya : “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri (tadharu’) dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut akan tidak diterima dan penuh harapan untuk dikabulkan. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Ar’af : 55-56).
Pengertian doa bagian dari ibadah adalah bahwa  kedudukan doa dalam ibadah ibarat mustaka dari sebuah bangunan mesjid. Doa adalah tiang penyangga, komponen penguat serta syiar dalam sebuah peribadatan. Dikatakan demikian karena doa adalah bentuk pengagungan terhadap Allah dengan disertai keikhlasan hati serta permohonan pertolongan  yang disertai kejernihan nurani agar selamat dari segala musibah serta meraih keselamatan abadi.

  
4. Kepercayaan 
      Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran. Ada jenis pengetahuan yang dimilik seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karma orang lain itu dapat dipercaya. Yang diselidiki bukan lagi masalahnya, melainkan orang yang memberitahukan itu dapat dipercaya atau tidak. Pengetahuan yang diterima dari orang lain atas kewibawaannya itu disebut kepercayaan. Makin besar kewibawaan yang memberitahu mengenai pengetahuan itu makin besar kepercayaan.
Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan – langsung atau tidak langsung kepada manusia. Kewibawaan pemberi kebenaran itu ada yang melebihi besamya . Kepercayaan dalam agama merupakan keyakinan yang paling besar. Hak berpikir bebas, hak atas keyakinan sendiri menimbulkan juga hak ber agama menurut keyakinan.
Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu, Dasarnya ialah keyakinan masing-masing.

Berbagai Kepercayaan Dan Usaha Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
1.     Kepercayaan pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya dapat menang, dirinya mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
2.     Kepercayaan kepada orang lain, dimana orang percaya terhadap kata hati, perbuatanya sesuai atau terhadap kebenaran orang lain.
3.     Kepercayaan kepada pemerintah, karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara.
4.     Kepercayaan kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya.
Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
1.     Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
2.     Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
3.     Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
4.     Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
  1. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya
3 TEORI KEBENARAN

A. TEORI KEBENARAN KORESPONDENSI
Teori kebenaran korespondensi adalah teori yang berpandangan bahwa pernyataan-pernyataan adalah benar jika berkorespondensi terhadap fakta atau pernyataan yang ada di alam atau objek yang dituju pernyataan tersebut. Kebenaran atau suatu keadaan dikatakan benar jika ada kesesuaian antara arti yang dimaksud oleh suatu pendapat dengan fakta. Suatu proposisi adalah benar apabila terdapat suatu fakta yang sesuai dan menyatakan apa adanya. Teori ini sering diasosiasikan dengan teori-teori empiris pengetahuan.
Gejala-gejala alamiah, menurut kaum empiris, adalah bersifat kongkret dan dapat dinyatakan lewat panca indera manusia. Gejala itu bila ditelaah mempunyai beberapa karakteristik tertentu. Logam bila dipanaskan akan memuai. Air akan mengalir ke tempat yang rendah. Pengetahuan inderawi bersifat parsial. Hal ini disebabkan adanya perbedaan antara indera yang satu dengan yang lain dan berbedanya objek yang dapat ditangkap indera. Perbedaan sensivitas tiap indera dan organ-organ tertentu menyebabkan kelemahan ilmu empiris.
Ilmu pengetahuan empiris hanyalah merupakan salah satu upaya manusia dalam menemukan kebenaran yang hakiki dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Penyusunan pengetahuan secara empiris cenderung menjadi suatu kumpulan fakta yang belum tentu bersifat konsisten, dan mungkin saja bersifat kontradiktif. Adanya kecenderungan untuk mengistimewakan ilmu eksakta sebagai ilmu empiris untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi manusia tidak selalu tepat. Pengistimewaan pengetahuan empiris secara kultural membuat manusia modern seperti pabrik. Semua cabang kebudayaan yang terbentuk menjadi produksi yang bersifat massal.

Keberhasilan ilmu eksakta yang berdasarkan empirisme dalam mengembangkan teknologi -ketika berhadapan dengan ”kegagalan ” ilmu-ilmu human dalam menjawab masalah manusia- membawa dampak buruk terhadap kedudukan dan pengembangan ilmu-ilmu human. Analisis filsafat tentang kenyataan ini harus ditempatkan secara proporsional, karena merupakan suatu usaha ilmiah untuk membantu manusia mengungkap misteri kehidupannya secara utuh.

B. TEORI KEBENARAN KOHERENSI ATAU KONSISTENSI
Teori kebenaran koherensi adalah teori kebenaran yang didasarkan kepada kriteria koheren atau konsistensi. Suatu pernyataan disebut benar bila sesuai dengan jaringan komprehensif dari pernyataan-pernyataan yang berhubungan secara logis. Pernyataan-pernyataan ini mengikuti atau membawa kepada pernyataan yang lain. Seperti sebuah percepatan terdiri dari konsep-konsep yang saling berhubungan dari massa, gaya dan kecepatan dalam fisika.
Kebenaran tidak hanya terbentuk oleh hubungan antara fakta atau realitas saja, tetapi juga hubungan antara pernyataan-pernyataan itu sendiri. Dengan kata lain, suatu pernyataan adalah benar apabila konsisten dengan pernyataan-pernyataan yang terlebih dahulu kita terima dan kita ketahui kebenarannya.
Salah satu dasar teori ini adalah hubungan logis dari suatu proposisi dengan proposisi sebelumnya. Proposisi atau pernyataan adalah apa yang dinyatakan, diungkapkan dan dikemukakan atau menunjuk pada rumusan verbal berupa rangkaian kata-kata yang digunakan untuk mengemukakan apa yang hendak dikemukakan. Proposisi menunjukkan pendirian atau pendapat tentang hubungan antara dua hal dan merupakan gabungan antara faktor kuantitas dan kualitas. Contohnya tentang hakikat manusia, baru dikatakan utuh jika dilihat hubungan antara kepribadian, sifat, karakter, pemahaman dan pengaruh lingkungan. Psikologi strukturalisme berusaha mencari strukturasi sifat-sifat manusia dan hubungan-hubungan yang tersembunyi dalam kepribadiannya.
Pengetahuan rasional yang berdasarkan logika tidak hanya terbatas pada kepekaan indera tertentu dan tidak hanya tertuju pada objek-objek tertentu. Gagasan rasionalistis dan positivistis cenderung untuk menyisihkan seluruh pemahaman yang didapat secara refleksi. Pemikiran rasional cenderung bersifat solifistik dan subyektif. Adanya keterkaitan antara materi dengan non materi, dunia fisik dan non fisik ditolak secara logika. Apabila kerangka ini digunakan secara luas dan tak terbatas, maka manusia akan kehilangan cita rasa batiniahnya yang berfungsi pokok untuk menumbuhkan apa yang didambakan seluruh umat manusia yaitu kebahagiaan.


C. TEORI KEBENARAN PRAGMATIS
Teori kebenaran pragmatis adalah teori yang berpandangan bahwa arti dari ide dibatasi oleh referensi pada konsekuensi ilmiah, personal atau sosial. Benar tidaknya suatu dalil atau teori tergantung kepada berfaedah tidaknya dalil atau teori tersebut bagi manusia untuk kehidupannya. Kebenaran suatu pernyataan harus bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.
Menurut teori ini proposisi dikatakan benar sepanjang proposisi itu berlaku atau memuaskan. Apa yang diartikan dengan benar adalah yang berguna (useful) dan yang diartikan salah adalah yang tidak berguna (useless). Bagi para pragmatis, batu ujian kebenaran adalah kegunaan (utility), dapat dikerjakan (workability) dan akibat atau pengaruhnya yang memuaskan (satisfactory consequences). Teori ini tidak mengakui adanya kebenaran yang tetap atau mutlak.
Francis Bacon pernah menyatakan bahwa ilmu pengetahuan harus mencari keuntungan-keuntungan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi. Ilmu pengetahuan manusia hanya berarti jika nampak dalam kekuasaan manusia. Dengan kata lain ilmu pengetahuan manusia adalah kekuasaan manusia. Hal ini membawa jiwa bersifat eksploitatif terhadap alam karena tujuan ilmu adalah mencari manfaat sebesar mungkin bagi manusia.
Manusia dengan segala segi dan kerumitan hidupnya merupakan titik temu berbagai disiplin ilmu. Hidup manusia seutuhnya merupakan objek paling kaya dan paling padat. Ilmu pengetahuan seyogyanya bisa melayani keperluan dan keselamatan manusia. Pertanyaan-pertanyaan manusia mengenai dirinya sendiri, tujuan-tujuannya dan cara-cara pengembangannya ternyata belum dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan yang materialis-pragmatis tanpa referensi kepada nilai-nilai moralitas.
Aksiologi ilmu pengetahuan modern yang dibingkai semangat pragmatis-materialis ini telah menyebabkan berbagai krisis lingkungan hidup, mulai dari efek rumah kaca akibat akumulasi berlebihan CO2, pecahnya lapisan ozon akibat penggunaan freon berlebihan, penyakit minimata akibat limbah methylmercury hingga bahaya nuklir akibat persaingan kekuasaan antar negara. Ketiadaan nilai dalam ilmu pengetahuan modern yang menjadikan sains untuk sains, bahkan sains adalah segalanya, telah mengakibatkan krisis kemanusiaan. Krisis lingkungan dan kemanusiaan, mulai dari genetic engineering hingga foules solitaire (kesepian dalam keramaian, penderitaan dalam kemelimpahan). Manusia telah tercerabut dari aspek-aspek utuhnya, cinta, kehangatan, kekerabatan, dan ketenangan. Kedua krisis global ini telah menghantui sebagian besar lingkungan dan masyarakat modern yang materialis-pragmatis


5. Cara Meningkatkan keyakinan akan harapan saya :
Bagaimana saya melalukanya yaitu dengan cara saya percaya dengan apa yang saya yakini untuk sebuah harapan,dengan saya berjuang dan Meningkatkan usaha saya dengan jalan yang meningkatkan semangat saya,meningkatkan pribadi saya untuk selalu mengejar harapan saya,Meningkatkan kecintaan saya pada hal yang saya yakini,Mengurangi nafsu untuk tidak mendapatkan apa yang kita harapan belum tentu terwujud tapi tetep percaya agar selalu yakin dan usahakan sekeras apapun itu,Menekan perasaan negatif seperti menyerah dan tidak percaya diri.

SUMBER:
https://sugiartiika.wordpress.com/2013/11/25/67/ https://ramiandiakbari.wordpress.com/2012/06/29/3-teori-kebenaran/ https://zoelkiflyunismuh10wordpres.wordpress.com/2013/03/19/pengertian-doa/                                                                                         http://vanesiasoplanit05.blogspot.com/2014/11/manusia-dan-harapan.html